Senin, 24 Desember 2012

kisah cinta aku dan dia



NAMA : TIRA MAHARANI KUSUMIHATI
KELAS : 1EB22

Kisah Cinta Aku dan Dia

            Di pagi yang cerah memasuki bulan awal januari. Nama aku Tira maharani biasanya anak-anak panggil aku Tira. aku punya pacar yang bernama Ardyansyah dia orangnya sangat Baik , perhatian . dan sayang sama aku dengan apa adanya.kita pacaran udah hampir 2 tahun yaitu dari kita masih SMP. Dan kita juga masih main-main belum bener-bener serius ketika kita meranjak masuk SMK kita pun pisah sekolah tetapi dia sering main ke rumah aku dan slalu jalan bareng kalau pacaran sama dia kadang ada enaknya kadang ada tidak enaknya apa-apa harus samaan kaya seperti baju couple, sepatu couple, bagi aku tuh semua terlalu nora banget tapi tetep sayang ko. Ketika aku udah kelas tiga SMK ketika disekolah aku ada acara perpisahan dia pun sudah janji sama aku akan jemput aku di sana. Pas aku telephone dan sms dia tidak satu pun di bales sama dia, aku tannya teman-teman mereka hannya menjawab tidak tahu. Dan jawabnya pun gugup kaya orang punya salah tidak ada satu pun yang tau Ardy di mana. Ketika acara perpisahan aku pun sudah selesai dan saatnya pulang ke Bekasi tidak ada sama sekali yang ngasih kabar tentang Ady ke aku dan aku pun marah. Teman aku bertanya “kenapa kamu sedih ? “ aku pun hannya bias menangis dan aku pun ceritakan semua apa yang telah terjadi sama aku dan dia.
            Ketika aku pulang dari acara perpisahaan tidak ada sama sekali kabar dari Ardy. Dan keesokan harinya aku pun ke rumahnya untuk memastikan apa yang telah dibuatnya dan kebetulan rumah kami tidak jauh cumin beda perumahannya saja. Ketika aku sampai di rumah ternyata rumah dia sepi dan sama sekali tidak berpenghuni sama sekali. Ketika tetangganya lewat dia bilang bahwa keluarga pak anggoro pindah ke luar kota aku pun bertannya sudah berapa lama katanya sudah seminggu. Aku pun kecewa sama dia karena dia tidak ngasih tau aku kalau dia akan pindah. Aku nangis dan aq ke tempat tongktongan yang biasa kita kumpul. Tidak di sengaja aku mendengar semua pembicaraan mereka. Kebetulan mereka lagi pada kumpul di sana dan mereka mendoakan supaya Ardy sembuh dari penyakitnya dan bias kembali lagi untuk berkumpul di sini lagi dan aku kecewa sama mereka karena mereka menyembunyikan semua aku pun marah sama mereka dan kabur.
            Ardy pergi dari seminggu yang lalu dia sakit. Dia jatuh dari kamarnya ketika ia ingin siap-siap pergi untuk menjemput aku, teman-temannya pun ingin ikut menjemput ku tetapi ketika temannya melihat kondisi ardy yang lemah dan tergelepak di kamarnya sendiri. Dan mereka membawa ardy ke rumah sakit dan mereka semua panik melihat kondisi Ardy yang sekarang ini, orang tua ardy dinas di luar kota kita semua tidak mau mengabari kondisi Ardy ke siapapun karena takut mengganggu mereka yang kerja. Suatu ketika orang tua dia pulang dengan selamat dan orang tua ardy menannyakan ardy kita semua tidak bias bohong dan kita menceritakan semua kondisi ardy yang lemah di rumah sakit. Ketika Ardy sadar dia bilang sama kita semua bahwa jangan pernah ada yang mengasih tau kondisi dia ke aku karena dia tdak mau kalau aku sedih melihat dia dan kami hannya diam dan memanguk.
            ( Telah terjadi ) Ardy koma dan kami semua panick. Dalam beberapa hari ini tidak ada sama sekali yang kasih kabar ke aku tentang ardy. Dokter pun menyuruh orang tua ardy untuk mencari rumah sakit yang bias menangani sakitnya ardy karena dsokter di sini udah nyerah menanganinnya dan orang tua dia membawa ardy pergi ke luar negri. Suatu ketika aku bertemu angga dan aku memaksa untuk menceritakan semua apa yang telah terjadi dan mereka bercerita bahwa Ardy sakit leokimia yaitu kurang sel darah merah sangat bersalahnya aku sama dia karena udah marah-marah dan salah paham dan kata angga dia di bawa ke Singapore dan aku hannya bias menangis. Karena kondisi dia yang sangat lemah.

            Beberapa bulan kemudian….
            Orang tua dia telephone aku dan dia bilang bahwa Ardy mau berbicara dengan aku dia pun bicara dengan aku betapa sedihnya dan aku tidak bias sama sekali menahan air mata dan dia mengucapkan “hai apa kabar ?? dan aku manjawb kabar aku baik” sambil meneteskan air mata dia bilang “jangan menangis dan jangan dipikirkan aku baik-baik saja ko nanti kalau aku udah pulang kita jalan yaa “ dan aku hannya menangis dan diam tanpa satu kata pun. Dan telephone pun terputus dan aku menyesal tidak mengucapkan kata-kata.
           

Bersambung …..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar